Wae Reb, Desa di Atas Awan yang Unik dan Eksotis

Wae Reb, Desa di Atas Awan yang Unik dan Eksotis

Desa Wae Rebo merupakan destinasi wisata yang terdapat di Flores, Nusa Tenggara Timur. Desa ini sering mendapat julukan “ kampung diatas awan” karena terletak di ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut.  Walaupun letaknya yang sangat terpencil, namun sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Menurut data, kurang lebih ada sekitar 4000 wisatawan yang sudah berkunjung ke desa ini pada tahun 2015 yang lalu. Sebagian wisatawan nya pun didominasi oleh wisatawan mancanegara yang kebanyakan berasal dari Eropa.

Lokasi Desa Wae Rebo
 
Desa diatas awan ini berada di bagian Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmase, Kabupaten Manggarai Barat, Flores. Disini, antara satu desa dengan desa lainnya berjauhan dan dipisahkan oleh lembah diantara bukit-bukit yang tertutupi kabut di ujung pohonnya. Dusun Wae Rebo sendiri terbilang sangat terpencil dan banyak warga desa di kecamatan yang sama masih kurang mengetahui tentang keberadaan Wae Rebo.

Perjalanan menuju Desa Wae Rebo
 
Untuk menuju ke tempat ini mungkin akan sangat menyusahkan. Anda dapat memulai perjalanan anda dari Labuan Bajo kemudian menuju Kota Ruteng dengan menaiki travel, biasanya untuk biaya travel sekitar Rp. 100.000. Setelah itu dari Kota Ruteng , anda dapat menggunakan jasa ojek menuju Desa Denge dengan biaya Rp. 150.000.

Nah untuk mencapai Desa Wae Rebo saat ini belum ada alat transportasi yang dapat digunakan. Sehingga anda harus berjalan kaki selama 5 jam dari Desa Denge menuju ke Wae Rebo. Sehingga total waktu perjalanan dari Labuan Bajo menuju Desa Wae Rebo bisa mencapai 13 jam.

Sebaiknya pastikan tubuh anda sangat sehat sebelum datang ke desa ini. Mengapa? Karena jalan treking yang dilalui sangat susah. Anda harus melewati bukit dan hutan. Bagi anda yang memang terbiasa mendaki mungkin menjadi hal biasa, namun untuk anda yang tidak pernah akan menjadi kesulitan tersendiri. Anda juga dapat menyewa jasa porter jika dirasa barang-barang yang anda bawa terasa berat. Anda cukup membayar jasa porter sekitar Rp. 200.000.

Keunikan Desa Wae Rebo
 
Tidak hanya terkenal dengan sebutan desa diatas awan. Namun di Desa Wae Rebo sendiri terdapat rumah Mbaru Niang yaitu rumah tradisional flores yang masih tersisa dan itu hanya akan anda dapatkan di Desa Wae Rebo. Mbaru Niang sendiri sudah dinyatakan punah di awal tahun 70-an karena pada saat itu pemerintah mengkampanyekan agar masyarakat pegunungan pindah ke daerah dataran rendah. Oleh sebab itu, UNESCO memberikan penghargaan kepada Mbaru Niang di Desa Wae Rebo ini karena dianggap melestarikan budaya yang masih tersisa.

Selain itu ada tradisi khusus yang anda harus ikuti ketika sampai di Desa Wae Rebo. Bagi anda wisatawan wajib mengikuti upacara waelu sebagai upacara penyambutan kedatangan anda ke desa ini. Anda juga dilarang mengambil foto sebelum anda mengikuti upacara ini. Konon katanya bagi yang melanggar akan ada gangguan atau halangan selama berada di desa tersebut.

Bagi anda yang ingin menginap di desa ini, anda dapat menyewa rumah adat Mbaru Niang disana. Untuk semalamnya anda dikenakan biaya Rp. 325.000 dan sudah termasuk 3 kali makan. Sedangkan anda yang tidak ingin menginap, anda akan dikenakan biaya sekitar Rp. 200.000 per orang.

Bagi anda yang memang tertarik mengunjungi tempat ini, anda harus persiapkan dengan matang baik biaya dan fisik anda. Selain itu dengan mengajak teman dan keluarga, anda akan merasakan sensasi berlibur yang beda dari biasanya.

You Might Also Like:

Share this: