Lembah Baliem, Sensasi Alami dan Bersahaja Penuh Pesona

Lembah Baliem, Sensasi Alami dan Bersahaja Penuh Pesona

Jika anda mendambakan liburan yang bukan hanya sekadar menikmati keinahan alam, namun juga ingin mendapatkan pengalaman berbeda yang jauh dari suasana perkotaan yang menjenuhkan, maka Lembah Baliem di Papualah jawabannya. Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya, Papua, berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut dan dikelilingi pegunungan dengan pemandangan yang indah dan masih sangat alami. Suhu di daerah ini bisa mencapai 10-15 derajat celcius pada waktu malam.

Lembah ini merupakan tempat tinggal suku Dani yang terletak di Desa Wosilimo, sekitar 27 kilometer dari Wamena, Papua. Selain Suku Dani, ada beberapa suku lainnya yang hidup bertetangga di lembah ini, yakni Suku Yali dan suku Lani

Transportasi ke Lembah Baliem

Untuk mencapai Lembah Baliem, anda terlebih dahulu harus ke Jayapura. Dari situ, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan penerbangan dari beberapa maskapai penerbangan kecil menuju ke Lembah Baliem. Tetapi buat anda yang berkantong tebal, yang tidak ingin ribet, anda bisa menggunakan jasa paket tur yang berkisar 10-11 juta untuk 5 hari kunjungan di sana.

Akomodasi

Ada banyak pilihan tempat menginap di Lembah Baliem. Kilise, The Baliem Valley Resort, dan Hotel Baliem Pilamo, bisa menjadi pilihan tempat bermalam bagi anda saat berkunjung ke Lembah Baliem.

Kegiatan yang Dapat Dilakukan

Lembah Baliem terdiri dari perbukitan hijau yang memiliki pemandangan yang sangat indah dan alami. Anda dapat mendaki perbukitannya untuk menikmati keindahan alamnya yang eksotis. Uniknya, dari atas sini justru terlihat pemandangan seperti pantai dengan pasir putih. Tekstur pasir putih di Lembah Baliem sama persis dengan pasir yang ada di pantai dan bahkan terasa asin.

Selain menyusuri perbukitan hijaunya, anda juga dapat menyaksikan acara Festival Lembah Baliem, yang merupakan acara perang antar Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yali. Perang antar suku ini bukanlah perang sungguhan, namun sudah dikemas dalam bentuk festival. Festival ini menjadi perhatian para wistawan, baik domestik maupun mancanegara. Festival ini berlangsung selama 3 hari dan dilaksanakan setiap bulan Agustus menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia. Festival ini pertama kali digelar pada tahun 1989. Yang istimewa bahwa festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang.

Jika anda mau, anda juga dapat menjadikan kunjungan ke desa warga sebagai pilihan kegiatan di sini. Saat anda berkunjung ke lembah baliem sangat di sarankan jika anda sekalian mengunjungi desa-desa yang ada di sekitar temat wisata. Disana anda akan melihat bagaimana rutinitas harian masyarakat setempat, bagaimana budayanya dan bagaimana bentuk rumah-rumah adatnya. jangan khawatir, penduduk setempat ramah terhadap pengunjung, asalkan kita bisa membawa diri, dan menjaga sikap kita agar jangan sampai menyinggung mereka.

Kuliner

Penginapan-penginapan yang ada tentunya menyediakan makanan-makanan untuk memenuhi kebutuhan makan anda. Bagi anda yang muslim harap berhati-hati untuk mengkonsumsi makanan, sebab terdapat banyak makanan berbahan haram. Maka perlu ditanyakan atau diminta langsung untuk mendapatkan makanan berbahan halal.

Jika anda tidak ingin makan di penginapan, banyak juga tersedia warung kelas warteg. Namun jangan heran karena hanya untuk makan sekali saja, anda harus mengeluarkan kocek yang terbilang besar. Hal tersebut sebenarnya tidak mengherankan karena memang semua harga di Wamena lebih tinggi daripada di tempat lain. Hal ini disebabkan karena kebanyakan barang datang melalui udara. Wamena belum punya hubungan darat dengan tempat lain, bahkan juga dengan kota-kota di Jayapura.

You Might Also Like:

Share this: