Pura Taman Ayun, Pesona Bersejarah Cagar Budaya Peninggalan Raja Mengwi

Pura Taman Ayun, Pesona Bersejarah Cagar Budaya Peninggalan Raja Mengwi

Anda termasuk penyuka destinasi budaya yang menawarkan kisah sejarah? Jika ya, maka Pura Taman Ayun Bali, wajib anda masukkan ke daftar paling atas, destinasi wisata tujuan Anda saat berlibur ke Pulau Dewata Bali. Sebab, Pura yang telah di bangun pada sekitar tahun 1634 oleh Raja Mengwi yang bernama I Gusti Agung Putu ini menyimpan banyak cerita menarik dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Lokasi Pura Taman Ayun Bali

Taman Ayun, yang secara bahasa berarti “Taman yang Indah” ini terletak atau berada di Desa Mengwi, kabupaten Badung, 8 km sebelah barat daya Ubud dan 18 km sebelah barat laut Denpasar. Pura ini adalah pura kawiten, yang berarti pura keluarga, pura yang secara khusus dibangun untuk menghormati para dewa dan leluhur dari para raja di Dinasti Mengwi. Pura Taman Ayun berada di komplek taman yang dihiasi oleh pepohonan rindang dan kolam yang memberi suasana tenang dan syahdu

Sejak didirikan, Pura Taman Ayun telah mengalami beberapa proses restorasi atau perbaikan. Restorasi awal sekaligus yang terbesar dilakukan pada tahun 1937. Kemudian pada tahun 1949 kembali dilaksanakan restorasi untuk memperbaiki beberapa bagian pura. Kemudian di tahun 1972 dan 1976, Pura Taman Ayun kembali mengalami restorasi untuk memastikan bangunan tetap terjaga dengan baik.

Kawasan Pura Taman Ayu ini berada di lahan dengan luas 100 x 250 m2 yang terdiri atas sebuah pelataran/jaba luar dan tiga pelataran dalam, di mana makin ke dalam letak pelatarannya semakin tinggi. Pura ini dibatasi oleh kanal-kanal yang luas dan hanya bisa dimasuki melalui jembatan yang menghubungkan antara candi bentar pertama, yaitu pintu gerbang yang menjadi akses masuk ke pelataran terluar Pura Taman Ayun.

Jika Anda sudah memasuki daerah pertama yang disebut dengan Nista Mandala atau Jaba Pisan di kompleks Pura Taman Ayun ini, jangan lupa mengabadikan momen indah di air mancur yang memancar ke 8 arah mata angin, dan 1 yang mengarah tepat di tengah sebagai lambang Dewa Nawa Sanga, Sembilan dewa utama dalam kepercayaan Hindu Bali. Selain itu, ada pula Wantilan, sebuah bangunan besar yang kerap difungsikan untuk menyelenggarakan pertemuan dan pertunjukan kesenian.

Seklanjutnyam perjalanan Anda menuju candi bentar kedua yang akan mengantarkan Anda ke daerah kedua yang disebut dengan Madya Mandala atau Jaba Tengah. Daerah ini lebih tinggi letaknya dibandingkan dengan daerah yang pertama. Di sini, Anda dapat menikmati keindahan Aling-aling Pengubengan yang kerap digunakan pula sebagai balai pertemuan.

Semakin masuk ke dalam kompleks, Anda bisa menemukan daerah yang ketiga yang disebut dengan Utama Mandala atau Jaba Jero, daerah paling tertutup, sakral dan dianggap suci oleh penduduk Bali. Jaba Jero hanya bisa diakses di saat-saat diselenggarakannya upacara keagamaan yang penting, salah satu contohnya saat Odalan, yaitu hari peringatan berdirinya Pura Taman Ayun ini.

Odalan Pura Taman Ayun dilaksanakan setiap 210 hari di hari yang disebut Anggara Kasih, yaitu hari Selasa di minggu Medangsia dalan kalender Pawukon Bali. Jika Anda ingin berkunjung di saat pelaksanaan upacara tersebut, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak tour/travel Anda untuk memastikan harinya agar Anda tidak kecewa

Tiket masuk Pura Taman Ayun Bali
 
Biaya tiket masuk ke Pura Taman Ayun ini cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 per orang. Selain itu, Anda juga cukup membayar Rp 5.000 untuk sekali parkir. Karena letaknya yang tidak jauh dari Kuta, Sanur, Denpasar dan Nusa Dua, maka Anda dapat memasukkan agenda mengunjungi pura ini di hari yang sama dengan destinasi-destinasi wisata di tempat-tempat tersebut. nah, semoga informasi yang kami sampaikan di atas bisa bermanfaat, khususnya yang ingin menikmati destinasi wisata bersejarah di pulau Bali.

You Might Also Like:

Share this: